Cokelat, dalam perkembangannya tidak saja dibuat minuman tetapi sudah banyak pula dibuat camilan yang disukai anak-anak
hingga orang dewasa. Selain rasanya memang nikmat, cokelat yang mengandung antioksidan fenol itu, dipercaya dapat menambah panjang umur.
Selain itu, cokelat juga dianggap memiliki relaksasi terhadap tubuh. Karenanya, cokelat menjadi panganan lezat yang biasa disantap saat stres atau
sedih. Kemampuannya ini memang luar biasa, cokelat mampu menghambat oksidasi kolesterol LDL dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.
Tidak hanya untuk kesehatan, cokelat juga bermanfaat untuk kecantikan. Kandungan di dalamnya mempunyai manfaat bagi kulit untuk menjaga kelembutan,
melembabkan, mengencangkan dan menghaluskan kulit.
Di Pontianak, Kalimantan Barat (Kal-Bar), terdapat salah satu pengusaha sukses yang menggeluti usaha camilan cokelat ini. Dyah Indah Setyasari atau
yang akrab disapa mbak Dina, sejak tahun 2000 telah memulai usaha produksi pengolahan aneka jenis cokelat dengan label "My Beauty Chocolate".
Keahlian dalam mengolah cokelat sebenarnya tidak diragukan, karena memang sebelumnya mbak Dina bergelut di bidang camilan kue kering. Bermodalkan ide
dari sang kakak di Jakarta dan desakan kebutuhan ekonomi, mbak Dina total banting stir untuk memproduksi camilan dari olahan cokelat.
Namun, dalam perjalanannya mbak Dina sempat mengalami jatuh bangun terutama pada tahun-tahun pertama produksi."Sulit menyakinkan orang, karena
cokelat masih dipandang camilan anak-anak," ungkap mbak Dina yang disokong penuh oleh suaminya."Jadi pemasarannya sangat butuh sosialisasi soal sisi
positif dari cokelat itu."
Bermodal Rp500 ratus ribu, berbagai bentuk kreasi camilan dari olahan cokelat pun telah dihasilkan dari ketua Persatuan Perempuan Pengrajin Makanan
dan Minuman (P3MM), Kalimantan Barat. Seperti cokelat berbentuk bunga, stik cokelat, bar cokelat dan lainnya. Tapi dirinya juga menerima pesanan
sesuai dengan momen-momen tertentu, seperti saat valentine, Idul fitri, Natal dan sebagainya.
Bahan baku cokelat nya sendiri didatangkan dari Jakarta, dan setiap bulannya dihabiskan sekitar 50 kg cokelat untuk produksi. Namun, jika ada momen-
momen khusus, seperti Natal, Lebaran, Valentine dan Imlek bisa tembus 800 kg cokelat batangan.
"Kesulitan atau kerugian dalam usaha produksi aneka jenis cokelat ini sangat minim, karena coklat yang rusak tetap ada yang membelinya," papar mbak
Dina."Beda lho kalau dengan kue kering, gagal ya selesai."
Beruntung bagi ibu satu anak yang aktif pada kegiatan Dharma Wanita di Kuburaya, Pontianak, telah membantu dirinya bertemu dengan banyak kolega yang ternyata penyuka camilan cokelat juga.
Keuletan mbak Dina membawa keuntungan finansial bagi diri nya. Kreasi cokelatnya banyak menerima pesanan, selain memasok ke mini market, berbagai
pameran ke daerah-daerah melalui dinas terkait pun dilahap untuk terus berpromosi. Alhasil, usaha yang berawal dari hobi nya memasak ini mempunyai
omzet per bulannya sekitar Rp5 jutaan, bahkan saat natal, lebaran dan imlek, keuntungannya bisa tembus puluhan juta.
"Jangan takut untuk memulai usaha, yang penting halal dan niat yang baik," tegas mbak Dina untuk mereka yang akan memulai usaha camilan
cokelat."Pasti hari esok akan lebih baik dari hari ini."
| Tommy |
hingga orang dewasa. Selain rasanya memang nikmat, cokelat yang mengandung antioksidan fenol itu, dipercaya dapat menambah panjang umur.
Selain itu, cokelat juga dianggap memiliki relaksasi terhadap tubuh. Karenanya, cokelat menjadi panganan lezat yang biasa disantap saat stres atau
sedih. Kemampuannya ini memang luar biasa, cokelat mampu menghambat oksidasi kolesterol LDL dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.
Tidak hanya untuk kesehatan, cokelat juga bermanfaat untuk kecantikan. Kandungan di dalamnya mempunyai manfaat bagi kulit untuk menjaga kelembutan,
melembabkan, mengencangkan dan menghaluskan kulit.
Di Pontianak, Kalimantan Barat (Kal-Bar), terdapat salah satu pengusaha sukses yang menggeluti usaha camilan cokelat ini. Dyah Indah Setyasari atau
yang akrab disapa mbak Dina, sejak tahun 2000 telah memulai usaha produksi pengolahan aneka jenis cokelat dengan label "My Beauty Chocolate".
Keahlian dalam mengolah cokelat sebenarnya tidak diragukan, karena memang sebelumnya mbak Dina bergelut di bidang camilan kue kering. Bermodalkan ide
dari sang kakak di Jakarta dan desakan kebutuhan ekonomi, mbak Dina total banting stir untuk memproduksi camilan dari olahan cokelat.
Namun, dalam perjalanannya mbak Dina sempat mengalami jatuh bangun terutama pada tahun-tahun pertama produksi."Sulit menyakinkan orang, karena
cokelat masih dipandang camilan anak-anak," ungkap mbak Dina yang disokong penuh oleh suaminya."Jadi pemasarannya sangat butuh sosialisasi soal sisi
positif dari cokelat itu."
Bermodal Rp500 ratus ribu, berbagai bentuk kreasi camilan dari olahan cokelat pun telah dihasilkan dari ketua Persatuan Perempuan Pengrajin Makanan
dan Minuman (P3MM), Kalimantan Barat. Seperti cokelat berbentuk bunga, stik cokelat, bar cokelat dan lainnya. Tapi dirinya juga menerima pesanan
sesuai dengan momen-momen tertentu, seperti saat valentine, Idul fitri, Natal dan sebagainya.
Bahan baku cokelat nya sendiri didatangkan dari Jakarta, dan setiap bulannya dihabiskan sekitar 50 kg cokelat untuk produksi. Namun, jika ada momen-
momen khusus, seperti Natal, Lebaran, Valentine dan Imlek bisa tembus 800 kg cokelat batangan.
"Kesulitan atau kerugian dalam usaha produksi aneka jenis cokelat ini sangat minim, karena coklat yang rusak tetap ada yang membelinya," papar mbak
Dina."Beda lho kalau dengan kue kering, gagal ya selesai."
Beruntung bagi ibu satu anak yang aktif pada kegiatan Dharma Wanita di Kuburaya, Pontianak, telah membantu dirinya bertemu dengan banyak kolega yang ternyata penyuka camilan cokelat juga.
![]() |
| My Beauty Chocolate |
![]() |
| My Beauty Chocolate |
![]() |
| Dyah Indah Setyasari atau Mbak Dina |
Keuletan mbak Dina membawa keuntungan finansial bagi diri nya. Kreasi cokelatnya banyak menerima pesanan, selain memasok ke mini market, berbagai
pameran ke daerah-daerah melalui dinas terkait pun dilahap untuk terus berpromosi. Alhasil, usaha yang berawal dari hobi nya memasak ini mempunyai
omzet per bulannya sekitar Rp5 jutaan, bahkan saat natal, lebaran dan imlek, keuntungannya bisa tembus puluhan juta.
"Jangan takut untuk memulai usaha, yang penting halal dan niat yang baik," tegas mbak Dina untuk mereka yang akan memulai usaha camilan
cokelat."Pasti hari esok akan lebih baik dari hari ini."
| Tommy |



